Jumat, 23 Agustus 2013

PENYEMAIAN TANAMAN SAYURAN


Setelah memiliki benih, untuk menanam sayuran diperlukan proses penyemaian benih hingga tumbuh menjadi bibit. Dalam kehidupan sehari – hari banyak orang yang menganggap biji, benih dan bibit sebagai hal yang sama, padahal ketiganya berbeda. Biji didefinisikan sebagai salah satu bagian dari tanaman yang berfungsi untuk perbanyakan dan penyebaran tanaman secara alami, dalam rangka menjamin keberadaan tanaman tersebut di muka bumi ini. Sedangkan benih adalah biji tanaman yang telah mengalami perlakuan sehingga dapat dijadikan sebagai sarana dalam perbanyakan tanaman. Sementara bibit adalah benih yang telah disemai dan berkecambah menjadi tanaman muda yang siap ditanam di lahan.

 
Sebelum mengalami proses penyemaian yang perlu diperhatikan adalah kondisi benih dalam keadaan sehat, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan bibit dan produksi di lapangan. Hal yang sering terlupakan dengan kualitas/kesehatan benih adalah wadah benih.Wadah benih yang dimaksud adalah wadah benih yang tidak menimbulkan bakteri/jamur pada benih seperti kondisi tempat yang lembab, tempat bekas benih yang berpenyakit, tempat tanpa tutup / berudara dan lain sebagainya. Jadi pastikan tempat benih itu steril bebas dari kuman dan penyakit.

 

1. Pengecekan benih

Pada saat benih akan disemai perlu dilakukan pengecekan, kegiatan yang perlu dilakukan antara lain :

a) Kualitas benih (warna benih kelihatan tampak cerah, tidak berjamur, kering/tidak lembab, tidak berkutu atau bolong karena kutu dll).

b) Jumlah benih sesuai dengan yang dibutuhkan.

c) Varietas benih sesuai dengan tanaman yang mau disemai.

 

2. Teknik penyemaian

Penyemaian dapat dilakukan dengan cara:

a.       Semai alur,

benih terlebih dahulu direndam setelah itu ditiriskan sampai kering baru kemudian benih ditebar menurut alur pada sebuah kotak kecil


 
b.      Disemai di polibag kecil, plastik kecil atau pot tray,

benih disemai dua buah untuk tiap polibag kecil atau pot tray, sebagai cadangan kalo benih yang satu tidak tumbuh menjadi bibit. Bila keduanya tumbuh, cabut bibit yang pertumbuhannya kurang baik pertahankan yang paling baik.
 
 
 

c.       Ditebar di lahan,

benih langsung ditebar di atas bedengan.

 

3. Semai (Penyemaian)

 Dalam hal semai dan penyemaian yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

A. Media Semai



1)   Bahan untuk media

- Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan media terdiri dari :

  a). Tanah

       Tanah yang digunakan yaitu tanah yang kaya akan kandungan unsur hara baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro supaya pada awal pertumbuhannya bibit dapat berkembang secara normal. Karena 60% keberhasilan di lapangan tergantung pada kondisi bibit. Tekstur tanah yang remah/halus akan mempermudah pertumbuhan akar.

b). Kompos/pupuk kandang

        kompos/pupuk kandang ditambahkan untuk mensuplai unsur hara makro dan mikro ke dalam media semai.

c). Arang sekam/pasir/serbuk gergaji

        Arang sekam/pasir/serbuk gergaji ditambahkan ke dalam media semai untuk meningkatkan aerasi udara dan porositas tanah.

 
2)    Cara Pembuatan media

Pada umumnya media yang digunakan untuk persemaian/bibit harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: gembur, remah dan subur. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan media yang digunakan untuk tanaman di lapangan. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan maka yang perlu dilakukan antara lain :

-  Pengecekan bahan seperti tanah, kompos dan pupuk yang siap digunakan.

- Penakaran komposisi/perbandingan dalam pembuatan, sebelum dilakukan pengadukan.

- Tempat pembuatan media semai kondisinya mudah dilakukan pengadukan dan aman dari kelembaban seperti kena air hujan.

Prosedur pembuatan media :

- Siapkan alat dan bahan seperti cangkul, ayakan, tanah dan kompos/pupuk kandang.

- Komposisi/perbandingan yang dipakai yaitu 1 :1 : 1 (Tanah : Kompos / pupuk kandang : arang sekam).

- Pengadukan. Tips supaya pengadukan bisa merata yaitu tanah diletakkan di bagian bawah terlebih dahulu, lalu kompos/pupuk kandang kemudian baru arang sekam, jika tersedia.

- Setelah diaduk dilakukan pengayakan, pisahkan beberapa bahan yang kasar.

- Setelah diayak kemudian baru didiamkan selama minimal 2 mingggu, semakin lama semakin baik. Proses ini dimaksudkan supaya bahan-bahan yang belum sempat terfermentasi punya kesempatan untuk melakukan fermentasi dan untuk menghidupkan bakteri yang menguntungkan dalam tanah.

3)   Perlakuan Pada Media

a. Pada musim hujan

- Tingkat kelembaban media jangan terlalu tinggi (cari tempat yang tidak terkena air pada musim hujan)

- Lamanya pendiaman media diusahakan minimal 4 minggu, lebih lama lebih baik karena pada musim hujan kondisi cuaca sangat labil.

- Kalau terlalu banyak penyakit (Phytium sp, Fusarium sp dll) media harus disangrai (suhu normal sangrai kurang dari 50° C)

b. Pada musim kemarau

- Tingkat kelembaban harus dijaga jangan terlalu rendah/kering, yaitu dengan :

 (1) Media harus banyak menggunakan campuran kompos.

 (2) Penyiraman pada media jauh lebih baik daripada di atas permukaan daun.

 
B. Perlakuan Pada Benih

Benih sebelum disemai sebaiknya dilakukan perendaman terlebih dahulu. Setiap jenis benih tanaman lama waktu perendamannya bervariasi. Hal ini tergantung dari tebal/tipisnya kulit benih. Seperti misalnya untuk jenis jagung manis, timun jepang/lokal, kangkung darat direndam selama 5 jam. Sedangkan untuk benih brokoli, petsay, pakchoy hijau, pakchoy putih, cabe rawit, terong, dll memerlukan perendaman selama 3 jam.

 

C. Tempat Persemaian

Tempat persemaian harus terlindung dari air hujan dan sinar matahari langsung. Akan tetapi persemaian tidak bisa dilakukan di tempat gelap karena bibit tanaman akan mengalami etiolasi yang menyebabkan pertumbuhan ke atas  sehingga batang tanaman lemah.

Buatlah naungan di atas media semai namun sinar matahari masih dapat masuk secara tidak langsung. Bahan naungan bisa dari daun kelapa, paranet, ataupun plastik UV.

Tempat persemaian juga harus memiliki akses mudah ke air untuk proses penyiraman.

 

4. Perawatan tanaman dalam persemaian

Perawatan bibit dalam persemaian meliputi :

·      Pengontrolan, baik terhadap kelembaban maupun terhadap serangan hama atau penyakit.

·      Penyiraman, untuk menjaga kelembapan media.

·      Penyiangan bibit dari gulma, untuk menghindari persaingan tanaman.

5. Penanaman Bibit

Bibit siap ditanam di lahan apabila telah berdaun 3 – 4 helai. Usahakan jangan sampai terlambat untuk memindahkan bibit ke lahan agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu. Pada waktu pemindahan bibit ke lahan, jagalah agar akar bibit tidak rusak sehingga mengurangi stres tanaman dan memperpendek tahap stagnasi / berhenti tumbuh.

 


Demikianlah cara menyemai tanaman sayuran untuk memenuhi kebutuhan bibit sayuran bagi ibu – ibu  anggota KWT. Semoga dapat mendukung kegiatan pemanfaatan pekarangan yang telah dilakukan ibu – ibu anggota KWT Dahlia.

 

Disusun Oleh : Zuni Fitriyantini, S.TP.

Penyuluh pertanian di BP3K TERSONO KAB. BATANG

(Sumber : Pertanian Alami, Konsorsium YABI-WCS-YAPEKA, 2013)

 

Jumat, 19 Juli 2013

BAGAIMANA CARA MEMPRODUKSI BENIH SAYURAN SENDIRI ?


Benih merupakan salah satu unsur utama dalam dunia pertanian, sumber hayati yang sangat penting. Untuk menjamin kelestarian dari kegiatan pertanian maka diperlukan usaha untuk memproduksi benih yang unggul dan bermutu.
 

Meskipun dalam dunia modern telah dikenal banyak cara yang lebih mutakhir dalam usaha perbanyakan tanaman secara vegetatif seperti kultur jaringan, cangkok, menyambung, menempel dan lain sebagainya, perbanyakan tanaman secara generatif tetap harus dipertahankan untuk menjaga plasma nutfah dunia.

Untuk mendukung kegiatan pemanfaatan pekarangan, diperlukan pengetahuan tentang benih dan bagaimana cara memproduksinya. Harapannya anggota KWT bisa membuat benih sendiri secara berkelanjutan sehingga kegiatan pemanfaatan pekarangan dapat terus lestari.

Benih sayuran dapat dipanen dan disimpan untuk ditanam di masa mendatang, tetapi tidak semua jenis dapat disimpan benihnya. Jenis yang dapat dipanen dan disimpan termasuk varietas lokal yang telah cukup lama ditanam di satu daerah, jenis sayuran yang memiliki penyerbukan sendiri (misalnya kacang-kacangan), dan varietas OP (= open pollinated/penyerbukan terbuka) dari tanaman yang memiliki penyerbukan silang (misalnya cabai, mentimun dan wortel).

Benih dari varietas hibrida tidak dapat disimpan untuk ditanam kembali, karena generasi pertama dari benih hibrida dihasilkan dengan cara menyilangkan dua varietas yang berbeda. Benih dari tanaman hibrida bersifat mandul atau akan tumbuh menjadi tanaman yang ciri-cirinya berbeda dari tanaman induknya (sifat tanaman, usia panen, hasil dan keseragaman antar tanaman bervariasi).

Beberapa garis besar dalam produksi benih adalah  memilih tanaman yang sesuai, menanen benih tepat waktu dan menyimpan benih dengan cara yang benar. Bagian tersebut akan dibahas satu per satu.

1.    Pemilihan tanaman

Pemilihan tanaman merupakan langkah awal pada produksi benih. Salah satu hal penting dalam pemilihan tanaman adalah mengetahui jenis bunga tanaman tersebut. Secara garis besar, jenis bunga tanaman dibagi menjadi bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.


Yang dimaksud dengan bunga sempurna adalah dalam satu bunga terdapat organ reproduksi  jantan (anther/ benang sari) dan betina (stigma/ putik). Beberapa tanaman sayuran yang memiliki bunga sempurna adalah terong, cabe, tomat.

Bunga Terong

Bunga jantan dan Betina Semangka, dikawinkan
 

 

 

 




Sedangkan bunga tidak sempurna adalah organ reproduksi jantan (anther/ benang sari) dan betina (stigma/ putik) terdapat dalam bunga yang berbeda meskipun pada tanaman yang sama. Beberapa tanaman sayuran yang memiliki bunga tidak sempurna adalah keluarga cucurbitaceae / timun – timunan dan jagung.

Setelah mengetahui jenis bunga dari tanaman tersebut, maka proses berikutnya yang perlu diketahui adalah penyerbukan. Penyerbukan atau pembuahan terjadi bila serbuk sari dari organ reproduksi jantan tertabur menyentuh putik / organ reproduksi betina. Beberapa bunga sempurna mengalami penyerbukan sendiri, beberapa yang lain memerlukan penyerbukan silang. Sedangkan tanaman berbunga tidak sempurna mutlak memerlukan penyerbukan silang. Penyerbukan silang dapat dibantu oleh angin, serangga, atau bahkan manusia.

Untuk pembuatan benih, diperlukan tanaman yang tumbuh dengan baik, sehat, kuat, tidak terserang hama penyakit, terjaga dari kontaminasi (pengaruh) varietas lain dari jenis yang sama dan berproduksi tinggi. Buah yang akan diambil bijinya untuk benih adalah buat terbaik dari tanaman tersebut. Hal ini dimaksudkan agar benih yang diproduksi dapat memiliki sifat – sifat terbaik tanaman tersebut.

2.    Pemanenan benih tepat waktu

Buah sumber benih harus masak sempurna di pohon baru dapat dipanen. Tujuan dari hal tersebut adalah agar biji yang akan digunakan untuk benih telah tumbuh dengan sempurna, siap untuk melanjutkan estafet kehidupan, menjaga keberlangsungan tanamam untuk tetap hidup di dunia ini. Apabila buah sumber benih belum masak sempurna maka memiliki benih yang muda juga sehingga tidak bisa berkecambah.

Yang terbaik untuk memetik benih adalah menjelang tengah hari, saat matahari bersinar dan cuaca cerah. Bila memanen benih pada musim hujan, Anda bisa memetik buah, benih, atau lebih baik lagi dengan mencabut seluruh tanamannya dan menggantungnya dekat perapian. Kelembaban sedikit saja akan membuat benih itu menjadi rusak.

3.    Penyimpanan benih dengan benar
     Setelah dipanen, sangat penting untuk menyimpan benih dengan benar supaya tetap hidup untuk ditanam di kemudian hari. Benih yang baru saja dipanen tidak boleh segera disimpan ke dalam kantong plastik karena masih memiliki tingkat kelembaban yang tinggi sehingga akan membusuk.

Sebelum disimpan benih harus dikeringkan lebih dahulu. Ingatlah bahwa benih tersebut masih hidup tetapi bernafas secara perlahan-lahan. Untuk menjaga supaya benih tetap hidup dalam jangka waktu yang panjang, benih perlu disimpan pada suhu dan kelembaban yang rendah.

 

Kelembaban udara yang tinggi menyebabkan aktifitas pernapasan yang tinggi dan meningkatkan penggunaan energi yang tersimpan dalam benih. Benih harus dikeringkan lebih dahulu sehingga kandungan airnya mencapai 7-8% sebelum disimpan. Simpanlah benih di dalam wadah dengan tutup yang rapat.

 Sinar matahari akan memperpendek usia hidup benih. Pakailah botol berwarna gelap atau wadah yang tidak tembus pandang untuk melindungi benih dari sinar matahari. Jika menggunakan wadah yang jernih, letakkan ke dalam kantong kertas untuk melindungi dari sinar matahari.

 Suhu yang ideal untuk menyimpan kebanyakan benih sayuran adalah kurang dari 15 °C. Benih dapat disimpan di dalam wadah kedap udara dan diletakkan di dalam lemari es. Untuk penyimpanan jarak pendek, simpanlah benih di tempat yang sejuk, kering dan gelap.
 
Kebanyakan benih sayuran dapat disimpan dengan baik selama 3 sampai 5 tahun. Letakkan benih ke dalam kantong kertas, kantong kain atau jaring, botol, kaleng atau kantong aluminium foil. Benih diberi label yang jelas berisi nama varietas, tanggal pembuatan, dan informasi-informasi lain yang berguna. Simpan benih di tempat yang sejuk dan kering.

Demikian sedikit informasi tentang proses produksi benih. Semoga dapat bermanfaat untuk anggota KWT dalam rangka mendukung kegiatan pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan sehingga dapat terwujud rumah pangan lestari.
 

Disusun Oleh : Zuni Fitriyantini, S.TP.
Penyuluh pertanian di BP3K TERSONO KAB. BATANG
(Sumber : Panen dan menyimpan Benih Sayur-sayuran, Buku panduan untuk petani, AVRDC, 2012)

 

 

Sabtu, 13 Juli 2013

Pengolahan Kotoran Ternak menjadi Pupuk Organik



PengolahanPupuk Organik

Untuk mendukung kegiatan pemanfaatan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman sayur, KWT DAHLIA Desa Pujut Kec. Tersono Kab. Batang Jawa Tengah telah menyelenggarakan pelatihan "Pengolahan Kotoran Ternak menjadi Pupuk Organik". Pelatihan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Balai  Desa Pujut  pada tanggal 23 Juni 2013 untuk pemaparan teori dan tanggal 1 Juli 2013 di halaman rumah Ibu Masudah untuk praktek pembuatannya.

Tujuan dari pelatihan tersebut adalah agar ibu-ibu anggota KWT Dahlia bisa mengolah kotoran ternak yang ada di sekitar menjadi pupuk organik. Dengan demikian, kebutuhan pupuk organik sayuran yang ditanam di pekarangan rumahnya bisa terpenuhi tanpa perlu  mengeluarkan uang lagi. Selain itu, masalah kotoran ternak di lingkungan rumah dapat teratasi.

Pembicara dari Pelatihan ini adalah pelaku usaha di bidang pupuk organik yaitu  Bapak Taufik Ikhsanudin, S.Pt dengan di pandu oleh Penyuluh Pendamping KWT Dahlia, Ibu Zuni Fitriyantini, S.TP. Bapak Taufik adalah pemilik peternakan Gembala Satu Karya yang telah mengolah kotoran ternak yang ada menjadi pupuk organik.

PengolahanPupuk OrganikPada pemaparan teori, Bapak Taufik memutarkan video tentang pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang. Ibu - ibu sangat antusias mengikuti acara. Di akhir acara, disepakati bersama bahwa praktek pengolahan kotran ternak akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2013 di halaman rumah Ibu Masudah.

Bahan - bahan yang perlu disiapkan antara lain, kotoran sapi, EM 4, kapur dolomit dan tetes tebu atau gula jawa. Sedangkan alat yang diperlukan yaitu cangkul, ember, gayung, dan terpal.

Tahapan pembuatan kotoran ternak menjadi pupuk organik :
1. Bentangkan terpal
    Terpal di bentangkan sebagai alas untuk proses pembuatan pupuk organik. Fungsi terpal   adalah untuk menjaga kelembaban bahan agar proses pembuatan pupuk organik berjalan lancar.

PengolahanPupuk Organik
 2. Larutkan tetes tebu dan EM 4 ke dalam air
      Tetes tebu atau biasa di sebut molase sebanyak 1 gelas aqua di larutkan ke dalam seember air. Setelah itu baru larutkan EM 4 sebanyak 5 tutup botol. Fungsi tetes tebu adalah sebagai penyedia makanan bakteri pengurai yang ada pada EM 4.
PengolahanPupuk Organik

PengolahanPupuk Organik
 3. Siramkan larutan tersebut ke kotoran ternak yang telah di hamparkan pada terpal.
PengolahanPupuk Organik
 4. Campur bahan secara merata agar proses penguraian menjadi pupuk bisa merata.
PengolahanPupuk Organik


  5. Tutup bahan dengan terpal, diamkan selama 21 hari. Setiap satu minggu sekali dilakukan pembalikan bahan untuk menghilangkan panas berlebih pada bahan yang dapat mematikan bakteri pengurai.

6. Pupuk Organik dari kotoran ternak dapat digunakan. Ciri pupuk organik yang sudah jadi adalah warna menjadi kehitaman, lebih remah dan tidak berbau kotoran ternak lagi.

KWT Dahlia berencana untuk menggunakan pupuk organik yang telah di buat tersebut sebagai media semai benih Pepaya California. Semoga cita - cita KWT Dahlia untuk menjadikan Desa Pujut pada umumnya dan Dukuh Kebonwaru pada khususnya sebagai sentra Pepaya California dapat  terwujud. Aminnnnnn...................




Jumat, 21 Juni 2013

BIOPORI, SI KECIL MULTI FUNGSI

Biopori berasal dari dua kata, bio yang berarti hidup dan pori yang berarti lubang. Jadi biopori adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai akitifitas makhluk hidup di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainya. Lubang-lubang yang terbentuk akan terisi udara, dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. Bila lubang-lubang seperti ini dapat dibuat dengan jumlah banyak, maka kemampuan dari sebidang tanah untuk meresapkan air akan diharapkan semakin meningkat. Meningkatnya kemampuan tanah dalam meresapkan air akan memperkecil peluang terjadinya aliran air di permukaan tanah. Atau dengan perkataan lain akan dapat mengurangi bahaya banjir yang mungkin terjadi. 

Secara alami kondisi seperti itu dapat dijumpai pada lantai hutan dimana serasah atau bahan organik terumpuk di bagian permukaan tanah. Bahan organik ini selanjutnya menjadi bahan pakan (sumber energi) bagi berbagai fauna tanah untuk melakukan aktifitasnya termasuk membentuk biopori. Pada ekosistem lantai hutan yang baik, sebagian besar air hujan yang jatuh dipermukaannya akan diresapkan kedalam tanah. 

Ekosistem demikian dapat ditiru di lokasi lain dengan membuat lubang vertikal kedalam tanah. Lubang-lubang tersebut selanjutnya diisi bahan organik, seperti sampah-sampah organik rumah tangga, potongan rumput atau vegetasi lainnya, dan sejenisnya. Bahan organik ini kelak akan dijadikan sumber energi bagi organisme di dalam tanah sehinga aktifitas mereka akan meningkat. Dengan meningkatnya aktifitas mereka maka akan semakin banyak biopori yang terbentuk. 

Kesinergisan antara lubang vertikal yang dibuat dengan biopori yang terbentuk akan memungkinkan lubang-lubang ini dimanfaatlkan sebagai lubang peresapan air artifisial yang relatif murah dan ramah lingkungan. Lubang resapan ini selanjutnya di beri julukan LUBANG RESAPAN BIOPORI atau disingkat sebagai LRB.





Keunggulan dan manfaat lubang resapan biopori

Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir dengan cara (1) meningkatkan daya resapan air, (2) mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), dan (3) memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman, dan (4) mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air seperti penyakit demam berdarah dan malaria.

Meningkatkan Daya Resapan Air 
Kehadiran lubang resapan biopori secara langsung akan menambah bidang resapan air, setidaknya sebesar luas kolom/dinding lubang. Sebagai contoh bila lubang dibuat dengan diameter 10 cm dan dalam 100 cm maka luas bidang resapan akan bertambah sebanyak 3140 cm 2 atau hampir 1/3 m 2. Dengan kata lain suatu permukaan tanah berbentuk lingkaran dengan diamater 10 cm, yang semula mempunyai bidang resapan 78.5 cm 2 setelah dibuat lubang resapan biopori dengan kedalaman 100 cm, luas bidang resapannya menjadi 3218 cm 2.

Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos
Lubang resapan biopori "diaktifkan" dengan memberikan sampah organik kedalamnya. Sampah ini akan dijadikan sebagai sumber energi bagi organisme tanah untuk melakukan kegiatannya melalui proses dekomposisi. Sampah yang telah didekompoisi ini dikenal sebagai kompos. Dengan melalui proses seperti itu maka lubang resapan biopori selain berfungsi sebagai bidang peresap air juga sekaligus berfungsi sebagai "pabrik" pembuat kompos. Kompos dapat dipanen pada setiap periode tertentu dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik pada berbagai jenis tanaman. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi rumah tangga. Sampah dapur dan daun kering yang jatuh di pekarangan rumah yang biasanya menimbulkan masalah tinggal dimasukkan ke lubang resapan biopori.


Memanfaatkan Fauna Tanah dan atau Akar Tanaman
Seperti disebutkan di atas. Lubang Resapan Biopori diaktikan oleh organisme tanah, khususnya fauna tanah dan perakaran tanaman. Aktivitas merekalah yang selanjutnya akan menciptakan rongga-rongga atau liang-liang di dalam tanah yang akan dijadikan "saluran" air untuk meresap ke dalam tubuh tanah. Dengan memanfaatkan aktivitas mereka maka rongga-rongga atau liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya. Hal ini tentunya akan sangat menghemat tenaga dan biaya. Kewajiban faktor manusia dalam hal ini adalah memberikan pakan kepada mereka berupa sampah organik pada periode tertentu. Sampah organik yang dimasukkan ke dalam lubang akan menjadi humus dan tubuh biota dalam tanah, tidak cepat diemisikan ke atmosfir sebagai gas rumah kaca; berarti mengurangi pemanasan global dan memelihara kehidupan dalam tanah.


Cara Membuat Lubang Resapan Biopori

1.    Buat lubang silindris secara vertikal ke dalam tanah dengan diamter 10 cm. Kedalaman kurang lebih     100 cm atau tidak sampai melampaui muka air tanah bila air tanahnya dangkal. Jarak antar lubang antara 50 - 100 cm
2.    Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2 - 3 cm dengan tebal 2 cm di sekeliling mulut lubang.
3.   Isi lubang dengan sampah organik yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman, dedaunan, atau pangkasan rumput
4.     Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.
5.   Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang resapan. 


Jaga lubang resapan selalu penuh teriisi sampah organik. Jika sampah organik belum/tidak cukup maka disumbatkan dibagian mulutnya. Dengan cara seperti ini maka lubang tidak akan berpotensi terisi oleh material lain seperti tanah atau pasir. Selain itu, jika ada jenis sampah yang berpotensi bau dapat diredam dengan sampah kering yang menyumbat mulut lubang resapan biopori.

Lokasi Pembuatan Lubang Resapan Biopori
1. Dihalaman rumah, perkantoran, lapangan parkir
2. Di parit / selokan yang berfungsi hanya untuk aliran pembuangan air hujan saja
3. Dilahan kebun dan areal terbuka lainnya


Alat Pembuatan Lubang Resapan Biopori




atau





Disusun Oleh : Zuni Fitriyantini, S.TP.
Penyuluh pertanian di BP3K TERSONO KAB. BATANG
(dari berbagai sumber)

Kamis, 20 Juni 2013

GALERI KERJA KWT DAHLIA

GALERI KERJA KWT DAHLIA
KEBUN KWT DAHLIA SEBELUM PENANAMAN

GALERI KERJA KWT DAHLIA
 TAMAN TOGA KWT DAHLIA SEBELUM PENANAMAN

GALERI KERJA KWT DAHLIA
KEBUN KWT DAHLIA SETELAH PENANAMAN


GALERI KERJA KWT DAHLIA
 TANAMAN TOMAT DI KEBUN KWT DAHLIA

GALERI KERJA KWT DAHLIA
 TANAMAN TERONG DI KEBUN KWT DAHLIA

GALERI KERJA KWT DAHLIA
  TANAMAN MENTIMUN DI KEBUN KWT DAHLIA

GALERI KERJA KWT DAHLIA
 TANAMAN KACANG PANJANG DI KEBUN KWT DAHLIA

GALERI KERJA KWT DAHLIA
 TANAMAN KEMBANG KOL DI KEBUN KWT DAHLIA





Sabtu, 15 Juni 2013

PEMANFAATAN PEKARANGAN ANGGOTA KWT DAHLIA

Salah satu program kegiatan KWT Dahlia adalah Pemanfaatan Pekarangan Rumah. Realisasi dari program tersebut berarti setiap anggota KWT Dahlia harus memanfaatkan pekarangan rumah seoptimal mungkin untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Hal - hal yang dilakukan antara lain menanami pekarangan rumah anggota dengan berbagai macam tanaman sayur dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). 
Beberapa foto pekarangan rumah anggota yang telah ditanami sayuran dan TOGA :

Sayuran di media polibag tersusun rapi di rak bambu kreasi Anggota KWT Dahlia
Kaleng bekas cat pun bisa di jadikan wadah untuk menanam

Bahkan wadah plastikpun bisa di tanami sayuran

Barisan sayuran di polibag tertata rapi di jadikan pembatas pekarangan








Untuk menyelamatkan tanaman sayur dari ayam digunakan karung bekas



Halaman tanpa Tanah pun bisa ditanami sayuran dengan polibag


Emperan toko tak ketinggalan di tanami sayuran